^^^^^^^^^^^^^^^gilang-dorks.co.cc^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Pemasangan Kabel Jaringan Lokal Stright Cross

Kabel merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam sebuah jaringan lokal atau local network. Untuk itu sangatlah perlu diperhatikan dengan baik pada saat awal pemasangan kabel jaringan dalam sebuah perusahaan baik itu perusahaan yang kecil ataupun yang besar.

Semua ini dilakukan agar tidak terjadi adanya pekerjaan yang dilakukan berulang, khususnya dalam pemasangan kabel jaringan pada konektor rj45. Apabila dalam pemasangan kabel jaringan pada konektor terjadi kesalahan yang menyebabkan koneksi antar komputer tidak berjalan maka sudah tentu kita harus memotong kembali kabel yang sudah terpasang pada konektornya, dan konektornya pun harus di ganti dengan yang baru.
Agar tidak terjadi hal seperti di atas, dan menghindari pengeluaran biaya yang bertambah akibat penggantian konektor yang berlebihan maka sebaiknya pada saat awal pemsangan kabel dengan konektor harus diperhatikan dengan baik dan benar serta susunan atau urutan kabel pun harus di pasang yang benar.
Ada dua bentuk atau tipe pemasangan kabel jaringan yaitu pemasangan secara lurus atau stright dan pemasangan kabel jaringan secara silang atau cross. Stright atau lurus biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer dengan hub sedangkan kabel silang atau cros biasanya digunakan untuk menghubungkan hub dengan hub.
Susunan atau urutan kabel lurus atau stright pada jaringan lokal seperti berikut yang dimulai dari pin 1 (pertama).


1--Putih Orange
2--Orange
3--Putih Hijau
4--Biru
5--Putih Biru
6--Hijau
7--Putih Coklat
8--Coklat

Sedangkan untuk pemasangan kabel jaringan dengan urutan silang atau cross pada kedua ujung kabel seperti berikut,

Ujung 1------------Ujung 2
1--Putih Orange---1--Putih Hijau
2--Orange---------2--Hijau
3--Putih Hijau-----3--Putih Orange
4--Biru------------4--Biru
5--Putih Biru------5--Putih Biru
6--Hijau-----------6--Orange
7--Putih Coklat----7--Putih Coklat
8--Coklat----------8--Coklat


Penjelasannya, pada pin1 ujung 1 dipasang kabel berwarna Putih Orange sedangkan pada pin 1 ujung 2 (ujung kabel lainnya) dipasang kabel berwarna Putih hijau, Pin 2 ujung 1 dipasang kabel berwarna Orange dan pin 2 ujung 2 dipasang kabel berwarna Hijau dan seterusnya sesuaikan dengan tabel di atas sampai pin ke 8.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Topology Jaringan LAN (Local Area Network)

Dalam merancang sebuah jaringan Local Area Network (LAN), sangat perlu ditentukannya topologi jaringan yang akan digunakan agar nantinya sesuai dengan kebutuhan kita, ini penting karena sangat berpengaruh terhadap penggunaan dan proses perawatan jaringan itu sendiri serta pengembangannya ke depan.

Jika terjadi kesalahan dalam penentuan topologi jaringan mengakibatkan mubazirnya jaringan yang terpasang dan hanya menghabiskan biaya semata karena jaringan yang terpasang tidak dapat berfungsi secara optimal.
Untuk penentuan Topologi jaringan LAN mana yang akan di pasang dan sesuai dengan kebutuhan serta biaya yang tersedia di perusahaan tempat kerja kita sebaiknya kita mengenal dulu beberapa topologi LAN yang sudah tentu memiliki beberapa kelebihan serta kekurangannya masing-masing sepeti berikut :
Topologi BUS


Dikatakan topologi BUS adalah cara menghubungkan beberapa komputer dalam satu jaringan lokal yang berbentuk sepertu jalur BUS.
Adapun kelebihan dan kekurangan dari topologi BUS adalah sebagai berikut :



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Kelebihan Kekurangan Switch Hub

Dalam merancang sebuah jaringan yang menggunakan hub atau switch sudah pasti bahwa topologi jaringannya adalah star.
Pada dasarnya kedua alat ini (hub dan switch) adalah sama fungsinya yaitu sama-sama sebagai sentral atau pusat untuk membagi koneksi dari satu komputer ke komputer lainnya.

Pada hub maupun switch memiliki beberapa port RJ45-female yang merupakan tempat untuk terhubungnya konektor RJ45-male yang terpasang pada ujung kabel jaringan.
Untku dukungan banyaknya workstation yang bisa terhubung tergantung pada jumlah port yang tersedia pada hub atau swith tersebut. Biasanya port RJ45-female yang tersedia pada hub atau swith berjumlah 4, 8, 12, 16, 24 port.
Selain port-port yang disediakan untuk menghubung ke komputer dalam jaringan, disediakan juga satu port untuk koneksi yang lebih tinggi misalnya ke server atau koneksi internet dalam jaringan tersebut, atau bisa juga digunakan sebagai penghubung antar hub (apabila dalam jaringan menggunakan lebih dari 1 hub/switch).

Sedangkan perbedaan antara kedua alat tersebut yakni hub dan switch adalah

  • Pada hub hanya memiliki satu collision control untuk semua port yang ada sedangkan switch setiap port memiliki colloision control sendiri-sendiri. (collision control=pengontrol transmisi data atau informasi dalam kabel jaringan agar tidak terjadi tabarakan data)
  • Pada hub apabila semakin besar jumlah port yang disediakan maka akan semakin lambat proses transmisi data yang terjadi, sedangkan pada switch banyaknya jumlah port tidak membebani collision control karena setiap port memiliki collision control sendiri.
  • Dilihat dari segi ekonomisnya sudah pasti hub lebih murah harganya dibandingkan dengan switch yang lebih mahal.
Untuk menentukan pilihan mana yang akan digunakan dalam membuat suatu proyek jaringan (LAN), semuanya tergantung pada kebutuhan dan dana yang tersedia.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Mengetahui Share File Folder Jaringan Lokal LAN

Sebenarnya perihal berkirim informasi atau data antar laptop ke laptop tidak berbeda dengan cara mengirim data antar hard drive ke hard drive, antar pc ke pc, antar folder ke folder yang sudah biasa dilakukan pada computer yang berdiri sendiri (stand alone).

Namun perbedaannya adalah apabila proses pengiriman dan penerimaan informasi dalam jaringan membutuhan ijin untuk berkomunikasi atau saling berbagi sumber data dan informasi. Ijin yang dimaksud adalah ijin penggunaan informasi dalam computer yang kita miliki.

Misalnya saya memiliki informasi data yang saya simpan dalam sebuah folder yang saya beri nama DATA. Folder DATA ini akan saya ijinkan untuk bisa diakses orang lain melalui computer yang berada dalam jaringan. Nah proses pemberian ijin ini dalam jaringan disebut SHARE.

Jadi apabila folder (atau bias saja file) yang hendak diberikan ijin untuk saling bertukar informasi harus dishare terlebih dahulu. Setelah di share barulah dilakukan komunikasi tukar informasi antar computer dalam jaringan melalui folder yang sudah memiliki hak akses (share).

Cara melakukan share pada folder dan file :



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO